Memasang kode
Adsense lalu
membiarkannya begitu saja mungkin akan tetap memberikan earning bagi si
pemasang, apalagi jika website / blog tersebut memiliki trafik
pengunjung yang tinggi dan sebagian besar adalah pengunjung loyal.
Meski
demikian, patut disayangkan jika hasilnya hanya begini dan begitu saja.
Sebenarnya, niat nggak sih pasang
Adsense, hehehe...
sungguh-sungguh dalam mengerjakan segala sesuatu akan lebih memberikan
hasil yang optimal dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara
asal-asalan.
Jika
melihat beberapa contoh website / blog publisher
Adsense yang sukses,
sebenarnya kita dapat memaksimalkan pendapatan dari
Adsense dengan cara
yang relatif mudah. Saya sudah mencobanya dan mungkin bisa bermanfaat
bagi rekan-rekan yang sedang mencari cara menaikkan earning dari
Adsense.
Silakan coba beberapa tips berikut ini, monitor dalam beberapa hari atau minggu dan lihat hasilnya.
1. Gunakan Lay Out yang Tepat.
Banyak
dari kita yang memasang kode
Adsense namun membiarkannya begitu saja.
Saya
sempat melakukan ujicoba perubahan layout pada sebagian blog yang lain
dan hasilnya bisa meningkat meski soal besarnya terbilang relatif.
Jika
kita ingin memaksimalkan pendapatan
Adsense dari lay out blog, kita
bisa menggunakan beberapa lay out yang memang sudah dioptimasi untuk
Adsense. Pembuatnya sebagian besar adalah publisher
Adsense dan jika
dilihat dari bentuk lay out, themes atau template yang dibuat merupakan
buah dari pengalaman yang bersangkutan.
Isnaini
adalah salah satu contoh publisher yang membuatkan templates blog yang
dioptimasi untuk
Adsense. Penempatan iklan dan bentuk themesnya sudah
dimaksimalkan untuk pemasangan kode
Adsense.
Selain optimasi lay out, template yang dibuat juga sudah membuat section
khusus penempatan kode, sehingga kita tidak susah lagi mencari posisi
untuk kode Adsense.
Bagi pengguna Serendipity, template dari
David Cummins dan
Carl Galloway bisa menjadi pilihan untuk memaksimalkan earning, sedangkan bagi pengguna Wordpress, Dosh-Dosh membuatkan list mengenai
16 (berganti judul jadi 17) templates / themes Wordpress yang bisa digunakan untuk optimasi Adsense. Yang menarik, salah satu templates yang direkomendasikan oleh Dosh-Dosh adalah
themes Merah Putih milik Isnaini. Good Work, Mas Isnaini.
2. Maksimalkan Jumlah Iklan
Sesuai
dengan ToS
Adsense, kita bisa memasang 3 Ads unit, 1 Link Unit dan 2
Refferal Unit dalam 1 halaman. Maksimalkan pendapatan
Adsense dengan
menempatkan bentuk-bentuk iklan tersebut dalam 1 halaman, namun jangan
lupa untuk tetap menjaganya agar tidak merusak artikel dan bentuk
keseluruhan halaman. Lakukan ujicoba beberapa kali hingga menemukan
format yang pas.
3. Aplikasikan Section Targetting
Jika
sudah memiliki blog yang dioptimasi, kita bisa meraih pendapatan
Adsense yang optimal jika iklan yang tampil benar-benar relevan dengan
isi artikel. Gunakan
section targetting
untuk ini. Hanya saja, hal ini masih sulit dilakukan jika isi blog /
website berbahasa Indonesia, kecuali jika materi yang dibahas cukup
spesifik dan memiliki variasi iklan yang cukup banyak.
4. Gunakan Channel
Gunakan
channel untuk melakukan tracking, bentuk iklan dan posisi mana saja
yang memberikan hasil yang maksimal. Tidak ada salahnya kita mengganti
formasi dan lokasi penempatan jika hasilnya tidak seberapa atau bahkan
tidak ada sama sekali

.
5. Coba Format 336 X 280
Berdasarkan
pengalaman pribadi dan baca-baca pengalaman publisher lain, format
iklan 336 X 280 memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan
bentuk lainnya. Gunakan iklan ini pada posisi yang berdekatan dengan
artikel yang ditulis.
6. Optimasi dengan Blended Color
Rapikan tampilan blog / website agar warna warninya lebih menyatu (
blended)
dengan iklan yang ditampilkan. Bagi pengguna Firefox, addons Color
Picker bisa digunakan untuk mendapatkan bilangan Hexadecimal dari warna
yang terdeteksi.
7. Berikan Deskripsi dan Anjuran
Jika
kita memasang Refferal Unit (Firefox misalnya), akan lebih maksimal
jika iklan yang ditampilkan tidak dibiarkan sendirian. Letakkan refferal
unit tersebut pada artikel yang menganjurkan penggunaanya, misalnya,
daripada stress pakai Internet Explorer akibat malware dan adware,
gunakan Firefox sebagai browser pilihan. Berikan penjelasan mengapa
refferal unit tersebut pantas untuk digunakan.
Beberapa tips diatas merupakan hasil pengamatan yang saya aplikasikan sendiri, mudah-mudahan bermanfaat...